Saturday, August 30, 2008

seruan parlimen Mesir Hancurkan Blokade pada 10 Ramadhan


Anggota Legislatif Mesir dari Fraksi Ikhwanul Muslimin, DR. Hamdi Hasan mendorong semua organisasi masyarakat, baik HAM maupun sosial dan juga semua rakyat Mesir dari berbagai kalangan untuk melakuan demonstrasi damai di perbatasan Mesir-Gaza pada tanggal 10 Ramadhan yang akan datang.

Aksi ini dimaksudkan dalam rangka bersolidaritas terhadap penderitaan warga Gaza yang sudah berlangsung satu tahun lebih.

Hasan menegaskan, jadikanlah Ramadhan sebagai awal kebangkitan Islam dan Arab. Semuanya diharapkan berangkat menuju perlintasan Rafah, sambil membawa barangan yang boleh dibawa bagi meringankan penderitaan rakyat Gaza seperti makanan, pakaian dan ubat-ubatan.

Dalam seruanya Khamis (28/8) kemarin, Hasan menyatakan, “Saya akan berangkat sendiran ke Gaza dengan menggunakan kenderaan saya yang dipenuhi segala apa yang boleh di bawa. Seperti makanan, ubat-ubatan. Barang siapa yang ingin mengikuti, sila hubungi saya atau yang lain”.

Ia menambahkan, “Wahai rakyat Mesir !! berbuatlah sesuatu pada tanggal 10 Ramadhan 2008. buatlan sejarah baru bagi bangsa Mesir. Kalian akan ditulis dalam sejarah. Bahwa hari ini tanggal 10 Ramadhan kehendak rakyat telah menang. Mereka menginginkan penghancuran blokade dari musuh-musuhnya dan dari saudaranya sendiri sesama bangsa Arab, walau bagaimanapun halangan para thagut.

“Apa yang terjadi di Palestin saat ini adalah jihad dalam memerdekakan wilayah Islam. Bukan aksi pengganas sebagaimana diungkapkan yahudi dan konco-konconya. Sayang sekali bila tanggal 10 Ramadhan datang sementara saudara kita di Palestin masih terisolasi dan diembargo Israel yang dibantu Amerika dan para koleganya dari kalangan bangsa Arab dan Islam.

Sejak beberapa hari ini, Gaza kedatangan sejumlah relawan solidaritas dari Eropa yang menumpang dua kapal “Pembebas Blokade”. Mereka berhasil melakukan ekspedisi berbahaya ke Gaza dalam rangka aksi solidaritas membebaskan Gaza dari blokade. Beberapa orang telah kembali ke negaranya. Sementara sembilan diantara mereka milih tetap tinggal di Gaza untuk melanjutkan perjuanganya menyelamatkan Gaza dari blokade.

No comments: